Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Umar dan Sha’sha’ah

Written By Unknown on Minggu, 28 Oktober 2012 | 23.28


UangBila mendengar kata ulama, yang terlintas dalam benak kita adalah seseorang yang menguasai ilmu agama dan telah merampungkan berbagai jenjang pendidikan. Yang dengan ilmunya ia bisa memberi fatwa kepada orang yang memintanya. Sedangkan usianya, lazimnya tentu orang dewasa. Akan tetapi tidak jarang kita temukan dalam sejarah, anak-anak yang memiliki kapasitas sebagai ulama. Terutama di zaman keemasan Islam. Mereka memiliki kecerdasan dan wawasan serta kemampuan yang kadang tidak bisa dipecahkan orang dewasa.
Adalah Abu Musa Al-Asy’ari mengirim uang zakat sebesar 1 juta Dirham kepada Umar bin Khathab. Setelah kiriman itu sampai, Umar langsung membagi-baginya kepada yang berhak menerimanya. Ternyata masih ada sisa, orang-orang pun berbeda pendapat, kepada siapa sisa itu hendak dibagi.
Umar mengumpulkan orang-orang dan berpidato,
“Wahai sekalian manusia, setelah harta dibagi kepada orang-orang yang berhak, ternyata masih ada sisa. Aku ingin meminta penadapat kalian dan apa usulan kalian?”
Sha’sha’ah, yang kala itu masih anak-anak, berkata. Tentu saja setelah meminta izin Amirul Mukminin, Umar.
“Orang itu meminta pendapat kepada yang lain kepada permasalahan yang di dalam Al-Qur’an tidak ada. Ketika ada di dalam Al-Qur’an, dan setelah dibagi kepada orang-orang yang berhak, berikan kepada siapa saja yang telah ditentukan Allah Azza wa Jalla.”
Amirul Mukminin berkata,
“Kamu benar, Sha’sha’ah. Kamu bagian dariku dan aku bagian darimu.”
Dan Umar pun membaginya kepada kaum Muslimin.
Dia adalah Sha’sha’ah bin Shauhan, masuk Islam sejak zaman Nabi saw namun tidak pernah melihat beliau. Beliau adalah seorang yang fasih bahasanya, khatib yang hebat, dan salah satu pemimpin kaumnya, Bani Qais. Termasuk sahabat terkemuka Ali bin Abi Thalib dan termasuk yang membelanya dalam perang Jamal.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/06/2802/umar-dan-shashaah/#ixzz2AfPPZYw4

Khalifah Umar dan Mahar


“Wahai Amirul mukminin, apakah yang wajib kita ikuti itu Kitab Allah ataukah ucapanmu?” seorang wanita dengan penuh keberanian melontarkan pertanyaan kepada Khalifah Umar yang baru selesai berkhutbah. Wanita itu menanggapi pernyataan Umar yang melarang memahalkan mahar. Umar membatasi mahar tidak boleh lebih dari 12 uqiyah atau setara 50 dirham. Seraya menyatakan, “Sesungguhnya kalau ada seseorang yang memberikan atau diberi mahar lebih banyak dari mahar yang diberikan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam pastilah aku ambil kelebihannya untuk Baitul mal.”
Muslimah pemberani itu pun kemudian mengutip ayat Allah, “Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu Telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?” (QS: an-Nisa’ [4]:20)
Khalifah Umar menyadari kekhilafannya, kemudian dengan tanpa merasa malu, ia membenarkan ucapan wanita itu dan mengakui kesalahannya. “Wanita ini benar dan Umar salah,” ucapnya di depan banyak orang.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. Setidaknya ada tiga. Pertama, betapa Islam mengakomodasi peran perempuan. Mereka punya kesetaraan untuk mengungkapkan pendapat. Kedua, sebagai khalifah, Umar telah mencontohkan sikap legawa pemimpin dalam menerima kritikan dari rakyatnya. Umar jujur mengakui kebenaran ucapan perempuan itu meski di depan orang banyak, tanpa merasa gengsi. Ketiga, sebagai rakyat, perempuan itu merasa punya tanggungjawab meluruskan ketika pemimpinnya bersikap keliru. Dan inilah dakwah yang paling berat, menegur penguasa yang salah.
Rasulullah SAW pernah bersabda “Jihad yang utama adalah perkataan yang benar di hadapan penguasa zhalim.” (At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21105/khalifah-umar-dan-mahar/#ixzz2Af7BcBaR
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Suara Islam Khatulistiwa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger